Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2023

Halloo kamis?
Udah dirumah aja akunya. Semua gara-gara SPPD, aku senang hihihii.. Sppd pertama aku ngerjain SKMPP di Kanwil, SPPDnya hari rabu, karna nanggung kamisnya aku nggak balik ke Sekayu :")
Palembang, 20 November 2014
Bad day!
kantor sepi banget, kerjaan udah pada selesai semua emang. Jadinya temen-temen udah pada mudik, udah 
Sekayu, 23 Desember 2014
Ya Allah tenangkanlah hatiku, lapangkanlah pikiranku dan kuatkan aku menjalani tugas-tugasku.
Nggak enak hati, adduuuh semoga nggak ada lagi yang salah semoga semuanya lancar tolong ya Allah. nggak kuat lagi kalo harus ngadepin mereka yang jutek-jutek ya Allah. tolong ya Allah. ammmiiiiinnn.....
Sekayu, 13 Januari 2015

HALLO SENIN!

Hallo Seninnnnn...
Senin ceria, so far so good semua kegiatanku disini menyenangkan. Cuma disini hari pentingnya itu Selasa, bukan Senin. Senin sore yang lain baru pada datang, jadinya kantor sepi. Hmmm.... Ya Allah tolong dong dong bawak perubahan ke kantor ini, ubah mereka semua menjadi rajin ammiiiin...
*Pegawai disini 85% orang Palembang. Jarak Palembang - Sekayu 3-4 jam. 
Kerjaan udah selesai untuk hari ini. Sekarang bisa nyantai sambil online ihihihi....
Dikantor ini ada seseorang yang buat aku selalu deg-deggan. Mirip kayak orang jatuh cintaa kalo deket suka deg-deggan. Tapi kalo orang yang jatuh cinta deg-deggannya kan seneng yah, kalo aku mah beda, deketnya takut. Takut kena marah sama si boss. aaaaaakkkk...
Itu ibu boss ampuuun selalu buatt jantung gue dag dig dug geeer. Nggak boleh ya ngejelekin boss. IYA, gue disini emang nggak mau ngejelekin doski. Doi baik sama gue dan yang lainnya. Aslinya doski baiiik banget orangnya. Taapi (tetep ada tapinya) doi orangnya keras banget, sama penuh tata krama. Semua harus ada etikanya. Bagus sih ya kayak gitu tapi gara-gara harus beretika gue pernah kesalahan pas baru pertama masuk. Jadi salahnya gue karena terlalu konsen sama komputer, jadi pas doski masuk gue cuma liat dan senyum nggak nyalamin dia. 

autobiografi

Usiaku 24 tahun, Namaku Liani. Orang tuaku bercerai ketika aku kelas 5 SD, aku memiliki seorang adik bernama Diba. Papa tinggal berbeda kota dengan kami, kini Papa sudah menikah lagi dan ibu tiriku, aku tak pernah bertemu dan tak pernah ingin bertemu dengannya. Kabar terakhir yang kudengar papa dan istri barunya sudah memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan, mereka kembar. Sedangkan mamaku, dia seorang wanita keturunan Minang yang mandiri sebenarnya papa juga, tapi dia tidak mandiri. Berbekal warisan dari Inyiak (Inyiak - kakek) Mama, Tante dan Om ku melanjutkan usaha keluarga dengan membuka minimarket dan rumah makan padang. Kini Rumah Makan Padang kami sudah dikenal hampir di seluruh Sumatra dan sebagian Pulau Jawa. Mama tidak menikah lagi setelah bercerai dengan papa. Mama seorang wanita yang mandiri, tegas dan disiplin, walau begitu aku sangat menyayangi Mama. Dari kecil aku selalu mengikuti kata-kata mama, semua larangan dan anjuran mama. Apapun, apapun yang mama minta sebisa mungkin selalu aku coba untuk penuhi, termasuk masalah pasangan dan pekerjaan. 
Adikku Diba, dia satu tahun dibawahku. Kami sangat dekat, aku juga sangat menyayangi Diba. Kami tumbuh bersama dalam lingkungan keluarga besar yang kental dengan budaya minang dan islami. Enam bulan lagi Diba dan pacarnya Idham akan menikah. Aku tak berkeberatan bila Diba menikah lebih dulu. Diba lebih manis dariku, dia memiliki bentuk tubuh yang lebih ideal daripada aku. Diba selalu manja denganku, Diba adik kecil yang selalu memintaku untuk membuatkan roti panggang isi keju setiap kali sarapan. Tapi sudah hampir satu tahun aku jarang membuatkannya. 
Satu tahun yang lalu aku tinggal berbeda kota dengan Mama dan Diba. Selepas kuliah Mama ingin aku belajar bagaimana mengolah Rumah makan dengan Om Hadi, adiknya. Maka dengan berat hati karena belum siap berpisah dengan mereka aku pergi berangkat ke Pulau Bangka bersama Om Hadi. Di Bangka keluarga kami baru membuka cabang Rumah Makan Padang, mereka berpikir ini waktu yang tepat untukku belajar sebagai seorang pengusaha Rumah Makan. Satu bulan setelah acara wisuda aku berangkat. 
Aku ingat saat turun dari pesawat, setibanya di Bangka rasanya dada ini sesak sekali, air mata sudah menggenang dipelupuk mata namun ku tahan. Aku tidak mau Mama melihatku menangis. Rasanya terlalu cepat untuk berpisah dengan Mama dan Diba. Padahal Palembang Bangka itu dekat sekali, tapi rasanya jauh sekali. 
"Nanti Liani satu bulan sekali kan bisa pulang ke Palembang, jadi kamu nggak perlu merasa sedih ya"
Kalimat pertama yang Mama lontarkan, kalimat penghibur. Kalimat yang melegakanku, tapi tetap saja rasanya berat karena tak ada angka pasti berapa lama aku harus tinggal dan belajar disini. Mama hanya menginap dua malam disini. Karena Diba akan menghadapi ujian akhir semester besok lusa.

Dihari pertama kerja, Mama menyiapkan segala keperluanku, mulai dari baju, sarapan dan jilbabku. Padahal semuanya sudah aku persiapkan, apalagi sarapan, mama semestinya tidak perlu menyiapkan sarapan. Karena kami tinggal satu lingkungan dengan Rumah makan yang baru dibuka. Setiap RM yang berada jauh dari kota selalu ada mess untuk para karyawan. Jadi setiap pagi selalu tersedia sarapan untuk semua karyawan.

"Ayo dimakan Li"
"Iya Ma"
Mama tau aku sedih, Mama tau sebenarnya sangat berat bagiku untuk berpisah dengannya, tapi Mama wanita yang tegas dan teguh terhadap pilihannya. Dia tahu yang terbaik untukku, maka itu aku terima segalanya demi Mama, kebahagiaan Mama. 
Setelah sarapan aku dan Om Hadi briefing pagi bersama karyawan yang lain. Om Hadi memperkenalkan aku kepada karyawan yang lain. Om Hadi tidak memperlihatkan perbedaan perlakuan antara aku dan karywan lain, walaupun sebenarnya bisa saja aku minta perbedaan perlakuan dan fasilitas seperti yang biasa Om Hadi lakukan. Briefing pagi selesai, Om Hadi mengajakku bicara empat mata.
"Om tau Liani masih belum siap pisah sama Mama dan Diba, tapi Lia mau lihat mama bahagia kan?"
"Iya Om"
"Oleh karena itu disini tujuan Lia adalah belajar, kelak kalau semua sudah dirasa cukup Lia bisa ambil keputusan, mau tetap disini, pulang bersatu kembali dengan mama atau mau buka cabang dikota lain semua Lia yang putuskan, Jadi Om minta, bulatkan niat Lia. Karena segala sesuatu berawal dari niat. Bila Lia saja sudah tidak berniat, maka semua pelajaran, semua yang Lia lakukan disini akan sia-sia saja. Lia setuju?"
"Iya Om, makasih ya Om"
"Iya Lia, Satu lagi, Lia anggap Om sebagai orang tua Lia disini, Om siap mendengar keluh kesah dan Lia, bahkan ide-ide Lia pun Om siap dengarkan. Lia nggak perlu merasa sedih, harus semangat ya, dan selalu mulai dengan senyuman"
Aku mengangguk, benar yang dikatakan Om Hadi. Aku harus memperbaharui niatku. Aku tidak boleh egois. Maka mulai hari ini aku bersungguh-sungguh atas apa yang akan aku lakukan disini. Aku pun harus bersyukur, disaat teman-teman sibuk mencari pekerjaan, aku dengan mudahnya terfasilitasi untuk mendapatkan perkerjaan.
Sore setelah jam kerja aku mengantar Mama ke bandara.
Kini sudah hampir dua tahun aku menetap di kota ini. Semenjak hari pertama aku resmi meninggalkan segala kehidupan yang sangat nyaman di Palembang. Tidak ada lagi teman-teman terdekatku, walau kami tetap berhubungan lewat media sosial. Hampir setiap hari kami chatting di media sosial. Terkadang aku tak mampu menahan air mata karena rindu akan kebersamaan bersama mereka. Aku rindu berkumpul, bercanda bersama empat teman karibku. Biasanya setiap akhir minggu kami selalu menghabiskan waktu bersama karoke, pergi ke salon, poto-poto atau sekedar nongkrong di cafe. Namun kini waktu mengubah segalanya. Kami sudah memiliki kehidupan baru masing-masing. Masuk ke dunia kerja. 
6/3/2015

Kamis, 03 Desember 2020

"Wanita sebaiknya hidup bersama laki-laki yang mencintainya, bukan yang dicintainya"

Selamat malam!
Lagi kepikiran banget sama kalimat ini :
 "Wanita sebaiknya hidup bersama laki-laki yang mencintainya, bukan yang dicintainya" Simpel tapi maknanya dalam dan kena banget. Terutama untuk diri saya sendiri. Rasanya kok ya kena banget. Soalnya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya kesimpulan dari kalimat diatas tuh bener banget. Karena sudah mengalami dan melihat sendiri. Ketika wanita memaksa hidup dengan laki-laki yang dicintainya (baik baru pacaran ataupun sudah menikah), kebanyakan hidup mereka sedih, karena kecewa perlakuan pasangannya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Sedangkan mereka sudah memberikan yang terbaik. Memang pendapat ini sangat subjektif karena tidak cukup observasi. T

Minggu, 29 November 2015

AKU

Hampa
Kosong
Tak ada lagi sendu ku
Tak ada lagi rasa untukmu, Sendu
Maafkan aku, bukannya aku tak menginginkanmu jadi teman hidupku
Tapi, aku manusia yang mempunyai akal
Aku ingin memiliki teman hidup dan aku tersadar aku tak dapat berharap padamu
Sendu, bila kau baca ini
Aku ingin kau tau dulu aku pernah meminta kepadaNya agar kau yang jadi teman hidupku
Namun sepertinya Dia punya rencana tersendiri
Aku tidak tahu, yang ku tahu rasa itu berkurang dan harapan itu semakin menipis
Sendu, aku telah puas dengan kesendirian ku.
Sendu yang ku inginkan sekarang memiliki teman hidup secepatnya
Aku ingin menjadi seorang istri, mengabdi kepada suamiku
Aku ingin menjadi seorang ibu dari anak laki-laki dan perempuanku
Indah sekali khayalan itu, semoga Dia mewujudkannya. Amin!

Minggu, 08 November 2015

SENDU

Sendu aku sakit. Kali ini bukan hatiku, namun aku benar-benar sakit. Di tubuhku ada sesuatu yang tumbuh, sudah sejak lama aku rasakan. Hanya saja aku takut bercerita kepada orang tua, keluarga atau siapapun. Sendu bila kau baca semua tulisanku ini, semuanya kupersembahkan hanya untukmu. Sendu aku ingin kau ada di hari-hari terakhirku. Walau harapan ini seperti jauh dari nyata. Sendu aku ingin bertanya kepadamu. Tolong kau jawab, agak banyak. Maaf merepotkanmu.
1. Sendu, pernahkah kau membenci ku?
2. Sendu pernahkah kau ingat padaku?
3. Sendu kau bekerja dimana sekarang?
4. Sendu wanita seperti apa yang ingin kau jadikan istri?
5. Sendu bodohkah aku menunggumu sampai saat ini?
6. Sendu aku sering bermimpi tentangmu, pernahkah aku datang kemimpimu?
7. Sendu pernahkah kau berusaha mencari tahu aku? kau tahu tidak, semua sosial media milikmu sudah aku cari tahu. Aku merendahkan diri ku sendiri untuk mulai duluan mengikutimu di sosial media. Sendu di puncak keriunduanku terkada aku menontonmu di Youtube,
8. Sendu apa kau menangis? Jangan menangis karena menyesal, namun bila kau terlanjur menangis silahkan saja tak apa.
9. Sendu, dulu kenapa kau tidak pernah mengajak aku berbicara? padahal aku ingin sekali dekat denganmu.
Sendu aku berkenalan dengan laki-laki lain. Tapi aku tidak tahu bisakah aku mencintainya seperti aku mencitaimu. Apalagi dengan keadaanku saat ini. Sendu andai kau tahu banyak sekali khayalku tentang kita, tentang masa depan kita yang aku ingin wujudkan denganmu. Namun apadaya sepertinya aku harus lupakan. Sendu aku ingin sekali memelukmu erat, namun itu juga harus aku lupakan. Sendu bila nanti aku tiada tolong doakan aku selalu. Sendu sudah dulu ya, sebelum aku pergi akan ku tulis sebanyak mungkin segalanya tentangku dan tentangmu. Selamat malam sendu, sematkan aku dalam doamu selalu.

MAAFKAN AKU SENDU

Sendu haruskah aku lupakan segala khayal tentang kita?
Aku...
Aku tak mampu menunggu lebih lama lagi
Maafkan aku, ada banyak yang harus aku bahagiakan...
Maafkan aku sendu, aku tidak mempertahankanmu...
Tapi kau tetap yang paling berarti dalam hidupku.
Sendu selamat menjalani hidup....

Senin, 12 Oktober 2015

LOVE

Hai Love
Hai Sendu
Hai Kasihku...
Tadi malam kau datang lagi ke mimpiku. Tapi aku senang di mimpi itu kita berdua dekat sekali. Berbicara tanpa malu-malu, jadi diri sendiri. Bahkan aku tertawa terbahak-bahak. Dan disitu aku pun mengatakan apa yang ku mau. Namun kau hanya diam, Tapi aku tahu kau paham maksudku. Semoga, semoga saja love. Aku hanya bisa terus berdoa, biarlah nanti waktu yang menjawab kegelisahan hatiku. Love, jaga selalu hatimu disana, kalaupun kita tak bersama biarlah, biarlah aku yang menjadi secret admirer mu. I miss You LOVE!

Jumat, 18 September 2015

BANGKA BELITONG, OH I'M IN LOVE!

Alhamdulillah, kemarin dari tanggal 11 sampai 15 September 2015 bisa liburan ke Belitong dan Bangka sebentar sama ranger kesayangan aku. Hampir lengkap personilnya, kurang Ana sama Nying-nying, ya semogalah oneday nanti kita bisa liburan lengkap. Kemaren perginya sama Etak, Teteh, Ika sama Charda. Terus pas di Bangka ketemu sama Vini. Suka, seneng, belum puas, belum mau pulang sih sebenernyaa, tapi masing-masing sudah punya tanggung jawab sama pekerjaan jadi nggak bisa izin sama-sama.
Di Belitong kita nginep selama tiga malam, dirumah tantenya Charda sama di rumahnya Bundo (temen satu kost nya ika, yang baik banget!). Special Thankyou for Bundo and family, kk rian dan Al yang setia nemenin kita kemana aja selama di Belitong. Thankyou juga untuk Om dan Tantenya Charda, cumi tinta itemnya enak banget om, nggak amis hehehee...
Bingung mau share pengalaman menarik yang aku dapet selama di Belitong, nanti deh aku tulis, sekarang lagi gatel pengen upload poto liburan dulu, baru nanti cerita-cerita pengalaman disana, di tunggu ya (berasa sok penting gitu ya hehehehe)
POKOKNYA SENENG BANGET BISA KE BELITONG TERUTAMA, MY DREAM COME TRUE, YESS!