Minggu, 24 Juni 2012

curhat doang

hmmm modem dirumah sudah tiada. sekarang on line cuma bisa numpang dari wifi rumahnya nata. teman kecilku yang baik hati. yaah, walaupun sinyalnya cuma segaris dan ilang nimbul di nikmatin aja namanya juga gratis ahahaaa....
menikmati siang hari yang lumayan hangat dikota palembang. duduk berdua di depan teras rumah. menemani mama yang lagi sibuk isi rapot. maklum sebentar lagikan anak-anak sekolah pada mau bagi rapot. jadinya kita diem-diemman deh, takut kalo banyak omong ngebuat bu guru pecah konsentrasi terus kena marah deh. ini siang  dan ini tulisan nggak jelas sebenernya. soalnya bingung mau nulis apa (hanya diparagrap ini) tapi udah kangen mampus sama blog ini. maklum kan udah nggak ada modem lagi jadi onlinenya jarang-jarang. jadi ya posting asal-asalan kayak gini deh. nih kalo nulis skripsi kayak gini pasti udah kena coret deh nih. banyak banget pengulangan katanya =,='
aaaaah yaa mau minta doanya (dapet ide mau nulis apa) sama temen-temen semua tolong doain ya semoga nilai UAS semester ini nggak adalagi yang dapet C,D, apalagi E. sumpah sekarang lagi dalam keadaan deg-deg serr takuuut banget kalo nilai semester ini ancur. yah, beginilah nasib mahasiswa semester akhir yang nilainya pas-passan nyampe ipk 3. kalo sampe ada nilai jelek keluar lagi yah alamat semester delapan masih kuliah ini hiiikkksss dan aku nggak mau banget sampe itu terjadi. kasian papa kalo harus nanggung lebih lama lagi hikkss..
sumpah nggak tau kenapa ini takut banget mau liat nilai hasil UAS semester ini. kayaknya beda banget. mungkin karena ini akhir-akhir semester kali ya. ya Allah tolong-toloooong hambaMu ini jangan sampai adan nilai-nilai jelek lagi. tolong dila ya Allah amiiiiiiiiinn T.T
fiiiuuuuuuuuuuuuuh astaghfirullah hal azim, susahnya jadi orang parno dan mudah down tuh ya gini. takutnya berlebihan banget. ya gimana dong ya, temen-temen bantu doanya ya biar nilai ku nggak ada lagi yang jelek. biar tahun depan bisa lulus bareng sama temen-temen yang lainnya juga. aminnnn
hadeuuuhh tulisan kali ini alay kali ya, tapi yah mau gimana lagi nulis didiary belom mempan ya siapa tau bisa ngurangin gelisah abis ngepost disini.
maapin ya bagi yang ngerasa sia-sia banget udah ngebisin waktunya ngebaca ini tulisa. cuma mau berbagi aja. makasih sudah membaaca dan berkunjung. mohon doanya yaaaa :)))

Sabtu, 02 Juni 2012

PERSIMPANGAN

Persimpangan yang selalu tak ingin kulewati

Ku putar sedemikian rupa otakku untuk tak melewatinya.

Namun jalan takdir tetap membawa ku kesana

Sekeras apapun aku mencoba

Dia tetap membawaku kesana

Kejalan pikiran yang selalu aku hindari semenjak pesakitan itu

Pikiran yang selalu ku enyahkan ketika dia datang

Namun apa daya

Keadaan membuat semuanya memaksaku berpikir seperti itu.

Memang aku baru mencobanya dua kali

Tak cukup bukti untuk mengambil simpul

Terlebih hanya mendengar kata hati sendiri

Sebentar lagi aku kan coba untuk yang ke tiga

Namun aku merasa gamang

Keberanianku runtuh

Adakah ketakutan itu kan mejadi nyata kembali?

Pertanyaan itulah yang selalu ku hindari

Pertanyaan itu persimpangan yang membawa kejalan sesat

Kejalan yang menemukan aku dengan kesakitanku

 

Selama ini pertanyaan itu ku simpan jauh-jauh

Aku berusaha kuat meyakinkan diri

Bahwa aku menemukan jalan lain yang memantapkan hati

Bukan persimpangan yang tak memberikanku jalan terbaik

 

Untukmu yang ku sebut Warna Cintaku

Kita memang tak saling bicara lewat verbal

Aku tau itu...

Memang hati kita yang berbicara

Dan ku akui akhir-akhir ini aku yang membuat kita berbeda

Namun bukan perbedaan yang ingin ku tunjukkan

Aku saat itu berbeda hanya karena diri ku inginkan suatu yang lain

Bukan cinta yang lain, ku hanya ingin kau lihat sisi lainku.


Melalui ini aku hanya ingin bercerita

Tahukah kau aku mengalami takut

Takut bila semua persimpangan itu menghampiriku

Aku berusaha keras untuk tak memikirkannya, menulisnya

Namun apa dayaku aku tak bisa

Aku harus menulisnya, mengeluarkannya


Ohh Tuhan tolong

Bila dulu ku meminta yang terbaik

Kali ini aku meminta jadikan semua yang kuinginkan tentangnya

Terwujud

Jangan buat aku menyerah dengan keadaan ini

Jangan buat aku menyerah karena simpul sendiri

Kuatkan aku melawan rasa takut yang tak pasti ini

Jadikan aku orang yang percaya...

 

Minggu, 13 Mei 2012

untukmu warna cintaku

Akhirnya aku lihat senyum itu lagi
untuk kedua kalinya
dua dalam tiga tahun
Ya... alam baru memberikan aku dua kali
 kesempatan untuk melihatnya
sungguh 
sungguh menentramkan hatiku 
tatapan mata itu lurus menatapku
menghangatkan dinginnya hati
membangkitkan senyum 

Tahukah kau bila dulu
aku selalu meminta yang terbaik
yang menggantung kepada Tuhan
 padahal
yang kuinginkan selalu bersamanya.

DAN...
karena mintaku yang menggantung.
Dia pilihkan aku jalan yang terbaik
membuatnya bersama wanita lain
membuatku merasakan sakit dalam tawa
membuatku menangis dalam kehangatan.

Tak ingin ku ulangi kesalahan itu
kini ku kembali meminta.
berterus terang 
ku katakan apa yang sebenarnya ku inginkan
dan aku berdoa padaNya agar kau 
halal bagiku
imam yang menuntunku ke surga
jodoh dunia akhiratku
menjadi milikku seutuhnya
ayah untuk anak-anakku kelak...

jelas sudah
semoga malaikat langit dan bumi mengamini
untukmu warna cintaku
yang selalu bersemayam di palung hati

Kamis, 10 Mei 2012

DIARY~ADAMNYA WANITANYA~

Cinta, semua indah bagi yang memilikinya. semua orang pun pasti memiliki cerita cinta. sedih, suka, senang, haru semua menjadi satu membentuk cerita cintanya sendiri-sendiri. ada yang berakhir bahagia karena semesta mendukungnya. ada yang berakhir tak sesuai apa yang diharapkan karena rencana Tuhan yang lebih indah. begitupun aku. ya, cerita cintaku tak ada yang tahu dengan pasti. hanya aku, diary dan Tuhan yang tahu.

sebelum aku memulainya ada sedikit cerita cinta. ini pendapatku silahkan saja menilainya. hmmm begini, aku agak sulit memulainya. takut maksud tidak tersampaikan. tapiii.... mari dicoba.

begini, akhir-akhir ini aku memperhatikan kalau orang yang menjalin pacaran sering sekali berjanji untuk memakai warna baju yang sama atau setipe biar dibilang mereka memang pasangan yang serasi. tapi itu semua karena di paksakan, direncanakan dan itu bukan cinta menurut ku. karena cinta itu kan suatu yang alami berasal dari semesta dan relung hati. jika warna baju saja 'dipaksakan' untuk sama demi kata serasi, bagaimana nanti hubungan kedepan dan lainnya? akan 'dipaksakan' juga? ya mungkin sepele, dan mungkin ada yang menganggap ini masalah kecil yang selalu dibesar-besarkan. tapi aku menulis ini bukan untuk membesar-besarkan masalah tersebut. aku baru saja memperhatikan mereka. 

Ya, mereka dua orang teman dekatku, adam dan hawa itu. mereka tidak pernah saling sapa. jangankan saling sapa menatap saja mungkin sungkan. tiga tahun aku mengenal mereka dan yang ku dapati selama ini cukup mencengangkan. tiga tahun tanpa tegur sapa, tidak ada tawa, tidak ada interaksi, tidak ada tatapan mata. namun mereka selalu memakai warna baju yang sama dan setipe, kesamaan lain mereka memiliki kesamaan minat. dimana ada perkumpulan, atau bila disediakan pilihan mereka selalu memilih hal yang sama. padahal tak pernah sedetikpun, seujung kuku pun tak pernah mereka berjanji untuk melakukan kesamaan itu. hingga 'gosip' beredar. 

namun apa mau dikata, walau semua mendukung, mereka bergeming hingga saat ini cinta mereka belum bersatu. mungkin ada kuasa Tuhan dalam cerita cinta mereka, semua tidak ada yang tahu sampai mungkin waktunya tiba. walau mereka hanya diam, saling menatap tapi entah mengapa aku merasa tahu apa yang dirasakan temanku. aku putuskan untuk bertanya padanya "apa semua yang terjadi direncanakan? kenapa kalian berdua selalu melakukan hal yang sama? dan pilihan-pilihan itu, bagaimana mungkin tiga tahun kalian lakukan itu? tidakkah kalian lelah?". dan dia menjawab santai, semua pertanyaanku dijawabnya. "tidak sedikitpun aku berusaha merencanakannya, itu semua terjadi secara alami. termasuk semua yang kami lakukan. dan lelah? haruskah ku jawab itu semua? tidakkah kau tahu jawabannya dari dulu?". aku terdiam, merasa bodoh, tentu saja dia tidak lelah. aku tahu sahabatku ini. dia menikmati semua permainan ini. dia tak pernah inginkan perubahan, terlebih bila dia telah merasa itu akan lebih baik. mengapa kau tidak mencoba menegurnya saja? kaliana kaku hanya karena tidak pernah mencoba untuk berbicara dan memulainya saja. nanti kalau terbiasa pasti akan lebih baik". aku mencoba memikirkan kembali adakah kesalahan dalam ku berkata tadi. dia terdiam cukup lama. tiga menit kemudian dia baru menjawab pertanyaanku. "telah ku coba, dan aku hanya dapat terdiam setiap kali ingin mencobanya, lagi pula kau tahukan aku menikmatinya dan aku tidak suka perubahan". hatiku nelangsa mendengar jawaban itu terlalu singkat bagiku, dan cukup menjelaskan bagiku. walau aku melihat gurat kesedihan dalam wajah dan matanya. 

esoknya aku menemui sang adam. yaah, gayanya yang santai dan tak banyak omong sama seperti sahabatku itu. setelah berbasa-basi sedikit aku alihkan pembicaraan kami. "tidakkah kau sadar kalian memiliki kesamaan yang sangat banyak? mengapa tidak saling bertegur sapa saja?". dia sedikit refleks dengan pertanyaanku. "dia siapa?". "tak usah malu padaku, kau tahu siapa yang kumaksud, siapa lagi kalau bukan sahabatku itu". dia memalingkan mukanya. menarik napas dalam, memejamkan mata beberapa detik lalu menarik napas lagi dan berkata "yah, aku tahu itu semua. semua yang terjadi begitu saja terjadi. bertegur sapa?" dia memalingkan muka kepadaku dan melanjutkan perkataannya "aku tak tahu, tenggorokkanku kering, lidahku kelu....... dan kau tahu aku hanya mampu menjaganya lewat tatapan. kami diam bukan berarti kami tak bicara. kami berbicara melalui warna dan kau tahu itukan?". aku mengangguk aku tahu. aku merasa iba dan kasihan dengan dua sahabat ku ini. karena olok-olokkan mereka menjadi jauh untuk membuktikan bahwa tidak ada apa-apa diantara mereka. mereka memilih menjauh dan diam. dan mereka terjebak dalam pilihan mereka sendiri. takdir Tuhan tak ada yang tahu. bahwa walau kasat mata mereka menjauh Tuhan membuat mereka berbicara melalui hati. warna baju yang selalu sama. kalaupun tidak pasti memakai motif-motif yang sama. belakangan aku tahu mereka selalu memakai baju putih setiap hari rabu.

Ada rasa kecewa bila hari itu mereka tak sama. melalui kegiatan-kegiatan yang tidak disangka-sangka, mereka selalu beriringan. mereka yang selalu menjaga perasaan satu sama lain. semua, semuanya diatur oleh Tuhan dengan sangat indah dan halus yang tak dapat tercium oleh hambaNya yang hanya memandang dengan mata. "lalu mau sampai kapan?". "sampai dia menemukan penggantiku". aku membantin dalam diri. dua orang aneh yang cocok. sama-sama suka tapi menyulitkan diri sendiri. "apa yang kau pikir bila dia tidak memakai warna yang sama denganmu?". "sakit, dan kurasa dia telah memiliki orang lain". "orang lain? memangnya sejak kapan kalian saling memiliki? bukankah kaliah selalu saling diam?" arrrghhhhh aku kesal dengan dua orang egois ini. entahlah terkadang aku kesal terkadang aku mengagumi mereka berdua. dia hanya tersenyum ketir melihatku lalu memalingkan mukanya dan aku beranjak pergi.

"bolehkah aku tahu, tiga tahun ini berapa kali kau berkata-kata dengannya?". dia mengangkat kepalanya dan menoleh padaku dan tersenyum. "kau tahu aku hanya melihatnya dua kali tersenyum padaku. pertama ketika kita pulang kuliah umum. saat itu dia memakai kemeja merahnya, berjongkok didepan tangga dan mata kami bertemu, dia tersenyum manis dan indah sekali, sedangkan aku terpana melihatnya. kedua beberapa minggu yang lalu dikelas. indah, indah sekali. walau kelang dua tahun tahukah kau dia memakai kemeja yang sama. dan aku tahu itu hari ulang tahunnya. saat itu seharian aku tersenyum membayangkannya. dan aku sangat berharap ketika ku melihat senyumnya yang ketiga, itu bukan yang terakhir. aku berharap itu pembuka jalan bagiku dan dia untuk memberikan senyuman-senyuman kami selanjutnya". giliranku yang menarik napas panjang. yaaaah, aku hargai pilihan mereka. "oh ya dia bilang dia selalu berpikir kau menemukan orang lain selain dirinya bila kalian tidak memakai warna yang sama". dia tersenyum remeh "bodoh mana mungkin itu terjadi. aku hanya hidup sekali, mati sekali dan jatuh cintapun sekali, mana mungkin aku mencari orang lain." aku mengangkat bahu kembali membatin. ingin bersama tapi tak bertegur sapa bagaimana mungkin bisa bersama. GILA!

Ketika semua mendukung hubungan mereka, mereka menjauh. ketika waktu semakin dekat untuk memisahkan mereka usaha mendekatkan diri kembali susah. hanya diam dan diam aku geram, segeram-geramnya. sebentar lagi kami lulus. dua semester lagi setelah itu akan menjadi pengangguran yang pontang panting cari kerja. liburan semester, aku putuskan untuk memutuskan kontak dengan semua orang. aku pergi kesebuah desa kecil yang asri. tak ada gedung-gedung, jungfood, karoke bersama yang lain. aku mencari ketenangan dan kebahagiaan untuk diriku sendiri. dua bulan aku di desa ini. senang sekali merasakan sejuknya hawa pegunungan ini. air yang dingin serta keramahan penduduk tak kelak membuatku enggan meninggalkan tempat ini. namun apa mau dikata, kewajibanku menuntut ilmu harus kupenuhi. 

masih seperti biasa, semua yang terjadi dikampus monoton seperti biasa. yang menarik bagiku tentu saja memperhatikan kedua temanku itu. akhirnya hari itu tiba. saatnya memakai toga. aku dan mereka memakai toga hal yang diimpikan semua mahasiswa. selang dua bulan dia pindah keluar negeri melanjutkan cita-citaku. ada rasa tak tega ketika ku melihat sahabatku ini. dia menjadi murung lebih murung dari biasanya. karena dia tak lagi bertemu dengan adamnya semenjak kelulusan itu. dan kini dia pergi. mereka berpisah tidak hanya oleh jarak, namun oleh pulau, benua dan lautan yang luas.

tiga tahun berlalu kini dia bekerja disana tanpa pulang ketanah air. hari ini dia akan bertemu teman-teman satu kampusnya dulu yang juga bekerja dan melanjutkan kuliah di negara ini. semua nampak bahagia. nampak lebih mapan, gagah, cantik dan tersenyum lepas, bernostalgia masa-masa kuliah mereka dulu. walau hanya dua puluh orang pesta kecil itu cukup meriah. salah seorang membunyikan cangkir dengan garpu kecil untuk mencari perhatian semua yang hadir. ada yang ingin disampaikannya. "kita kedatanganya tamu satu lagi, please wellcome... mister" dia mengedipkan matanya kearah orang yang akan masuk sambil menggelengkan kepalanya ke kanan menyuruh orang yang dipanggilnya mister itu masuk keruangan itu. hatinya berdegup kencang tiba-tiba. ruangan yang tadinya dingin terasa hangat. leher, telapak tangan, wajahnya serasa panas. "benarkah yang kulihat? benarkah itu dia? Tuhan sungguh kuasaMu". dia terpana. sekali lagi dia melihatnya. mata mereka bertemu saling menatap. dia melihat senyum itu. senyum indah yang membuatnya selalu tersenyum sepanjang hari dulu waktu kuliah. dan kini yang ketiga. ditempat yang tak pernah di duganya,ribuan mil mereka terpisah tanpa tahu kabar masing-masing, bertahun-tahun. namun takdir mempertemukan mereka. sungguhlah KuasaNya tak ada yang dapat menduga.

adamnya berjalan menuju tempatnya berdiri. dia tak sadar air matanya telah jatuh. terpana yang membuat dia lupa segalanya. dia mengusap air mata yang jatuh itu. memeluknya. erat-erat seerat mungkin. seolah tak mau wanitanya hilang lagi. dia tersadar, air matanya jatuh lebih deras. betapa sesungguhnya dia lelah dan hampir menyerah dengan semua ini. keyakinannya bahwa mereka akan bersama. keyakinan yang mulai pias melihat semua yang terjadi didepan mata tak menunjukkan arak mereka akan bersama. namun apalah sungguh sekali lagi takdir Yang Kuasa sungguh tak ada yang mampu menebaknya. hingga akhirnya dia melihat senyum adamnya yang ketiga. "tolong jangan pergi" ucap sang adam lirih. "sedetikpun aku tak pernah pergi dari hatimu, maafkan aku". "tak ada yang salah,  kita telah menyepakatinya, bukan?". adamnya mengangguk memeluknya lebih erat dan kembali tersenyum untuk yang keempat. selanjutnya dia selalu menghadiahi wanitanya senyuman hangat setiap saat mereka bersama "tak usah pedulikan mereka lagi" sang adam membisik pada wanitanya. bila dulu mereka menghindar saat semua meneriakki mereka. kini mereka tak lagi menjauh. pelukan itu semakin erat dan hangat hingga kini. wanitanya selalu mendapatkan senyumannya. 

dan aku dan pasanganku masih tetap setia bersama mereka. menemani mereka kapanpun dan dimanapun mereka mencerritakannya kepadaku dan pasanganku. aku dan dia tersenyum lega. akhirnya terimakasih Tuhan~DIARY

Selasa, 24 April 2012

Terima Kasih ^^

subuh menjelang

ku ambil wudhu untuk memulai menunaikan lima waktuku

doa ku panjatkan ke pada Dia sang pemilik fajar

entah mengapa terasa begitu dalam aku memintaNya

dan mungkin Dia tau aku sangat menginginkann itu

mungkin pula Dia terketuk hatinya

hingga pagi menjelang siang

Dia kabulkan inginku tentangmu

Dia buka jalanNya

sungguh bila Dia telah berkehendak 

tak satupun akal manusia dapat menebaknya

terimakasih 

terimakasih ku untuk hari ini

walau hanya sekedar menyapa dan tatapan

Selasa, 13 Maret 2012

semua menjadi masalah jika terlalu dipikirkan

assalamualaikum
apa kabar teman-teman semua?? hmmm cuma mau share doang. akhir-akhir ini mood kok jelek banget ya. bawaannya sedih plus mau diem aja. walaupun dikampus seneng plus ketawa tapi tetep aja beda rasanya. kayak ada yang ngeganjel tapi nggak tau apa penyebabnya. padahal utang nggak, masalah sama temen juga nggak ada. tapi nggak tau ya apa ada yang sakit hati sama aku, jadi aura-auranya ke transfer sama aku. sedih aja kalo lagi nggak mood gini. bawaan jadi diem aja. apa mungkin udah kelewat kesel ya. kesel yang dipendem-pendem jadinya kesel sendiri. badmood sendiri dan nggak suka sendiri. uuuuugh males banget. gue nggak suka kalo ada yang nganggu pikiran tanpa sebab kayak gini. gue pengen hidup tenang. senang plus nyaman. gue nggak suka kondisi yang kayak gini. Gyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaarggh!!!!!
hmmm oke mari kita perjelas lagi apa yang membuat keadaan memburuk seperti ini:
1. si manda salah satu dan cuma satu-satunya murid privay gue berenti les tanpa konfirmasi sama gue. dia nggak bilang-bilang lagi kalo dia berenti les. sumpah ngeselin banget. mbok ya bilang, orang tuanya paling nggak ngasih tau gue. bukannya malah diem-diem aja kayak gini. ngeselin. jangan baik didepan jelek diakhir dong.
2. gue kesel sama seseorang yang gue sms nggak bales-bales. padahal dia yang ngebutuhin gue, dan kenapa malah dia yang jutek sama gue? kan yang harusnya jutek itu gue. arrrghh go to hell aja deh buat lo!!!
3. Nien hari ini operasi batu empedu. adek acha nginep dirumah sama kakak mama yang cewek yang paling tua. well, hati gue miris setiap kali ngeliat acha. gue kasihan sama dia. gue sayang sama dia. dan gue takut aja hal yang buruk menimpa dia. ya Allah tolong sembuhin nien. sukseskanlah operasinya. kasihan empat keponakanku kalo operasinya gagal. jujur gue sedih banget kalo harus inget nien. hiks hiks hiks cepet sembuh yang uni ku sayang we love you :*
4. gue belum siap menerima orang asing untuk waktu dekat ini. bukannya gue nggak suka tapi gue pikir kita semua butuh waktu untuk istirahat dan menyendiri setelah semua yang terjadi. terlebih gue kasihan sama mama. kasihan mama kalo harus menyiapkan semuanya lagi. kasihan mama gue nggak mama ikutan sakit gara-gara tanggung jawab sama hal-hal yang seharusnya nggak perlu dia lakuin.
Tuhan tolong berikan semua jalan keluar atas semua masalah ini. ya ini bukana masalah, maksudku beri aku bantuan untuk menetralisir semua perasaan ini. aku tidak ingin terus menerus dia seperti ini. aku ingin kembali tenang dan tertawa lepas. aaarrrggghhhh masalah ini gila dan tidak penting sebenarnya namun menjadi permasalahan yang berat ketika semuanya tak lepas dari hati dan pikiran !

Selasa, 06 Maret 2012

SAHABATKU, NATA :)

assalamualaikum waah sudah lama nggak postng di blog hehehe  mau cerita dikit. tadi nggak sengaja abis ngobrol lumayan lama sama sahabat kecilku nata. dia sahabat kecilku dari TK. rumah kita deketan jadinya dari kecil main sama dia, yang lain ada sih tapi udah pada pindah. jadi tersisalah hanya nata seorang sahabat kecilku yang selalu menghibur. semenjak kuliah kita jarang banget main-main apalagi ngobrol kayak dulu. jadinya kalo sekalinya ngobrol bisa laamaaaaa banget. nah malam ini aku mau ceritain sosok nata. nata itu nama lengkapnya H. Mgs. Hidayat Pranata Gama panggilannya nata, anak kelima dari lima bersaudara. dia satu tahun di bawah aku. tapi dia masuk sekolah duluan jadinya dia satu tahun diatas aku. asli palembang, liat aja namanya pake gelar palembang gitu. dia orang yang alim luar biasa sekali. nata anak yang down to earth, easy going dan paling jago ngebuat aku ketawa. pokoknya kalo temenan sama nata dijamin nggak akan pernah ngerasain boring deh. intinya nata orang baik. tapi sayang intensitas ketemunya kita semenjak kuliah sangat berkurang, jadi malam ini ada kesempatan ngobrol samma nata. seruuuuu banget, nata kan kuliah di fakultas teknik jurusan pertambangan, nah dia kan setahun diatasa aku mestinya tahun ini dia udah lulus tapi yaaa seperti biasa anak teknik kan lama lulusnya jadi kemungkinan besar kita berdua akan lulus bersamaan. yiiipiiieeee hehehehehe
tadi seru banget waktu ngobrol sama nata. semua beban yang aku rasain mengenai kegiatan kuliah terlepaskan semua. tak ceritain semuanya sama nata. semua-muanya deh pokoknya. hah makaih ya ta udah mau dengerin keluh kesah aku tadi. aku seneng ta. tau sendiri kan aku temennya dikit. nggak banyak orang yang bisa ngertiin aku, apa yag aku bilang, dan kamu tadi sudah menjadi seorang pendengar yang sangat baik sekali. aku seneng banget ta, udah bener-bener nggak bilang apa-apa lagi ta. "Ya Allah terimakasih telah memberikanku seorang sahabat yang baik sekali seperti nata, jagalah dia selalu, jauhkan dia dari sikap sombong dan jagalah kerendahan hatinya selalu, lindungilah selalu sahabatku ini berikan semua yang terbaik untuknya karena aku menyayanginya sama seperti aku menyayangi adikku sendiri, semoga persahabatan kita ini tidak akan luntur karena waktu ya ta, amin" :D